aku sudah cukup lama mengenalmu. aku mengenalmu disalah satu jejaringan sosial yang ada.
disaat aku menerima pertemananmu, kamu menyapaku dengan ucapan salam yang menurutku sangat biasa, dan aku membalasnya dengan penuh kesukaan.
kamu mulai memperkenalkan dirimu, dan bertanya-tanya tentangku.
disaat kamu meminta untuk berkenalan denganku, disaat itu juga aku sungkan untuk memperkenalkan diriku. karna aku merasa kamu adalah orang asing bagiku. sangat singkat perkenalan aku dan kamu, kamu pun mengatakan bahwa ingin menjadi seorang yang lebih untukku. pada saat itu kamu pun tahu, bahwa aku sudah ada yang memiliki. kamu bersikeras untuk menjadi seorang yang lebih dihidupku. dan kamu pun mau untuk menjadi seorang yang dinomer duakan olehku. setelah menjalani hubungan yang seperti itu, aku pun memutuskan untuk meninggalkan dia yang lebih dulu menjadi seorang yang berarti dihidupku dan memilihmu yang baru saja aku kenal. kita menjalani hubungan jarak jauh.
disaat aku menerima pertemananmu, kamu menyapaku dengan ucapan salam yang menurutku sangat biasa, dan aku membalasnya dengan penuh kesukaan.
kamu mulai memperkenalkan dirimu, dan bertanya-tanya tentangku.
disaat kamu meminta untuk berkenalan denganku, disaat itu juga aku sungkan untuk memperkenalkan diriku. karna aku merasa kamu adalah orang asing bagiku. sangat singkat perkenalan aku dan kamu, kamu pun mengatakan bahwa ingin menjadi seorang yang lebih untukku. pada saat itu kamu pun tahu, bahwa aku sudah ada yang memiliki. kamu bersikeras untuk menjadi seorang yang lebih dihidupku. dan kamu pun mau untuk menjadi seorang yang dinomer duakan olehku. setelah menjalani hubungan yang seperti itu, aku pun memutuskan untuk meninggalkan dia yang lebih dulu menjadi seorang yang berarti dihidupku dan memilihmu yang baru saja aku kenal. kita menjalani hubungan jarak jauh.
kamu berada dipulau yang beda denganku. pada saat itu aku tidak ada rasa penyesalan karna telah memilihmu. kamu pun berjanji untuk menemuiku disini, ditempatku. dan kamu pun menepati janjimu itu. sungguh sangat gembira saat bertemu denganmu disini. pertama kali melihatmu, rasa senang, sedih, terharu, semuanya deh terasa dihati. kejadian yang sangat lucu dan mengharukan bagiku.
pada saat bertemu denganmu, hujan pun turun mewarnai suasana hariku yang damai dan sejuk saat bersamamu. sangat singkat pertemuan kita. diawal-awal menjalani hubungan, aku merasakan kebahagian. entah kenapa aku langsung percaya terhadap segala perkataanmu yang mengatakan bahwa aku hanyalah satu-satunya yang kamu punya. hari demi hari aku lalui denganmu dan dihari-hari itu juga aku mengetahui segala kelakuan burukmu. mencoba mencari kebenaran yang ada, ternyata membuatku semakin sakit. aku tersadar bahwa aku telah menyayangimu. dan pada suatu hari, aku meminta penjelasan tentang ini semua kepadamu, dan kamu pun mengatakan bahwa yang aku tahu tentangmu itu tidak benar. dan kamu pun berkata ''kamu percaya aku atau mereka?'' jujur pada saat itu aku tidak bisa percaya kepadamu, tapi aku berusaha untuk percaya kepadamu untuk menenagkan hatiku. ternyata itu tidak berhasil. hal ini pun terulang kembali, terus menerus. sangat sakit rasanya. aku merasa kamu terlalu jahat terhadapku. karna merasa dibohongi dan merasa dikhianati, akupun memutuskan untuk melepaskanmu dan melupakanmu. aku sangat susah untuk melupakan seseorang yang aku sayang. tapi mau gimana lagi, aku harus berbuat ini. biarpun sakit, aku harus melepaskanmu dan melupakanmu. aku tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan karna mu. pada saat aku memutuskan untuk menghilangkan kamu dari hidupku, melupakan semua kenangan tentangmu, semakin aku tidak bisa menghilangkanmu dari pikiranku. malah itu membuatku semakin menyayangimu. semakin hari aku meyakinkan diriku bahwa kamu melakukan hal itu karna kamu ingin mencari seseorang yang pantas untuk menjadi pendampingmu.
beberapa bulan menjalani hari tanpamu, tanpa kabar dan tanpa berhubungan denganmu sangatlah susah bagiku. sungguh aku berharap kamu tersadar bahwa aku selalu menunggumu dengan hati yang sangat menyayangimu. aku selalu berdoa kepada Tuhan, agar kamu sadar akan hal ini. dan pada suatu hari, aku pun memberanikan diri untuk menyapamu kembali di jejaringan sosial itu. dan kamu pun meresponnya. sedih bercapur senang bisa kembali berhubungan denganmu. aku dan kamu pun terus berhubungan sampai kamu mengatakan bahwa kamu ingin menemuiku dan menjelaskan semuanya kepada. sangat senang rasanya bisa kembali menatap wajahmu. kamu pun menemui ku disini.
dan kamu pun menjelaskan semuanya kepadaku. sangat lega mendengar penjelasan yang aku anggap sangat jujur dari mulutmu dan hatimu. aku dan kamu pun mencoba menjalani hubungan itu kembali. sampai saat ini hubungan ini pun berlanjut. aku dan kamu pun berjanji akan selalu bersama dan saling setia. rasanya penantianku dan kesabaranku untuk menunggumu itu tidaklah sia-sia. dan lebihnya, kamu bisa menyayangiku seperti aku menyayangimu.
aku bersyukur mengenalmu, karna kamu mau menjalani hubungan denganku, dan menerima segala kekurangan yang aku miliki. walaupun didalam hubungan ini banyak kejadian duka yang aku alami. tetapi itu semua adalah pelajaran untukku dalam menjadi orang yang tidak mudah untuk menyerah. aku berjanji kepadamu, aku akan setia sampai selamanya kepadamu.
aku sayang kamu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar